Jumat, 21 Juli 2017

MAKALAH
PEMBANGUNAN MASYARAKAT SEBAGAI PROSES YANG BERSIFAT
MULTI ASPEK
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat.
Logo_UNNES_2015_Hitam_Putih.jpeg
Disusun Oleh :
Arif Aji Fadilah (1201415056)

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2017
KATA PENGANTAR
Assalamu ‘alaikum Wr.Wb
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang kami buat mengenai Pembangunan Masyarakat Sebagai Proses yang Bersifat Multi Aspek.
Kami berharap melalui Makalah ini dapat bermanfaat dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca dalam kajian Pembangunan Masyarakat. Dan melalui makalah ini kami ingin bertukar ilmu, agar ilmu yang kami dapatkan lebih luas lagi maka kami berharap masukan serta saran untuk makalah yang kami buat ini agar kedepannya kami lebih baik lagi dalam menyusunnya.
Semoga Makalah ini dapat dijadikan referensi belajar bagi masyarakat pada umumnya dan bagi mahasiswa pada khususnya. Demikian makalah ini kami susun untuk tujuan pembelajaran apabila terdapat kesalahan dalam penyusunan makalah ini kami mohon maaf. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb

Semarang Juni 2017






DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL...............................................................................  
KATA PENGANTAR ............................................................................... ii
DAFTAR ISI .............................................................................................. iii
PENDAHULUAN...................................................................................... 1
PEMBANGUNAN MASYARAKAT SEBAGAI PROSES YANG
 BERSIFAT MULTI ASPEK
Definisi Pembangunan Masyarakat.............................................................. 3
Pembangunan Fisik dan Non Fisik.............................................................. 4
Pembangunan Masyarakat dalam Berbagai Kajian Disiplin Ilmu................ 4
PENUTUP
A.    Kesimpulan ............................................................................... 7
B.     Saran ......................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 8



PENDAHULUAN
Pembangunan Masyarakat merupakan hal penting dalam rangka mewujudkan kondisi ideal yang diharapkan masyarakat itu sendiri. Kondisi itu menggambarkan kehidupan yang dimana kebutuhan-kebutuhan dapat terpenuhi, kondisi yang tidak ada kekhawatiran dihari esok, kondisi yang memberikan iklim kondusif guna aktualisasi diri dan untuk terwujudnya proses relasi sosial yang berkeadilan. Dan apabila kehidupan yang sekarang belum bisa memenuhi kondisi ideal tersebut maka untuk mewujudkannya diperlukan usaha-usaha yang cukup agar semua dapat menjadi realitas.
Sebagai realitas sosial, ada fenomena yang selalu hadir di dalam masyarakat sejak manusia hidup bermasyarakat samapai kondisi kehidupan terkini yang disebut sebagai masalah sosial. Demikaian pula selama manusia mengharapkan kondisi kehidupan sekarang lebih baik dari kehidupan sebelumnya dan kehidupan yang akan datang lebih baik dari yang sekarang, selama itu pula dijumpai realita berupa upaya dan proses perubahan menuju kondisi yang ideal. Oleh karena itu baik kondisi yang disebut sebagai masalah sosial maupun proses perubahan menuju kondisi yang lebih diharapkan adalah realita sosial yang selalu muncul maka keduanya sangat berpeluang dijadikan sebagai objek kajian.
Walaupun demikian , dilihat dari upaya pemecahan masalah dalam kehidupan bermasyarakat, kajian tentang masalah sosial saja dapat memberikan kesan hanya terfokus pada usaha untuk memahami dan menjelaskan kondisi yang dianggap bermasalah tersebut, tidak secara luas mendorong kajian yang bersifat pemecahan masalahnya. Masalah tersebut tidak dinilai sebagai suatu hal yang dianggap sebagai hambatan akan tetapi sebagai cara meningkatkan kedewasaan masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman.
Sosiologi dan antropologi sebagai sebuah bidang yang mengkaji seluk beluk kehidupan manusia termasuk apa yang disebut dengan “masalah sosial” di dalamnya. Akan menjadi salah satu faktor pendudkung terciptanya kondisi ideal tersebut apabila implementasi dari kajian itu benar-benar benar sesuai dengan kondisi yang dihadapi masyarakat sekarang ini. Namun sebaliknya jika kajian tersebut tak sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang ini, maka kajian itu tak ubahnya seperti bidang kajian lain yang bersifat non-praktis dan minim implementasi. Sehingga kehadiran kajian tersebut di masyarakat tidak dibutuhkan dan masyarakat akan memiliki prasangka bahwa dirinya menjadi objek kajian akademis yang tak mempunyai tindak lanjut dan implementasi.   
Masalah yang dihadapi masyarakat sekarang merupakan masalah sosial yang sangat kompleks dan multi aspek. Artinya didalam masyarakat itu memiliki keberagaman masalah yang berbeda satu sama lain serta dengan jumlah yang banyak. Keberagaman masalah tersebut memang secara alami hadir di masyarakat sebagai hasil dari interaksi yang dilakukan dalam masyarakat yang sifatnya “multi aspek”. Sebagai objek yang sifatnya multi aspek masalah di dalam kehidupan masyarakat sebenarnya bukan tidak pernah diatasi oleh masyarakat sendiri. Solusi yang diangkat secara individu oleh masyarakat sebenarnya setiap kali terjadi maslah sosial telah dilakukan. Namun karena masyarakat merupakan gabungan dari beberapa individu yang memiliki pola pikir dan pandangan yang berbeda maka solusi yang diangkat secara individu tidak mampu mengatasi semua masalah yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah sosial yang kompleks serta multi aspek seperti yang dihadapi oleh masyarakat tersebut maka perlu upaya yang sama agar tidak ada ketimpangan anatara keduanya. Pembangunan masyarakat dapat dikatakan sebagai upaya/usaha dalam rangka mencapai kondisi yang diharapkan masyarakat tersebut oleh karena itu pembangunan masyarakat juga disebut sebagai proses yang bersifat multi aspek.


Pembangunan Masyarakat Sebagai Proses yang Bersifat Multi Aspek
Definisi Pembangunan Masyarakat
Pembangunan masyarakat seperti yang kita ketahui terdiri dari dua kata, “Pembangunan” yang jika ditinjau dari pola terbentuknya kata Pe+Bangun+an merupakan bentuk kata proses yang memiliki arti Proses membangun. Dan “masyarakat” yang merupakan kata subjek yang memiliki makna kumpulan dari beberapa orang atau lebih yang tinggal dalam suatu wilayah. Jika kedua kata ini digabungkan menjadi Pembangunan masyarakat maka secara sederhana kita dapat memaknai bahwa pembangunan masyarakat merupakan proses membangun kumpulan/beberapa orang di suatu wilayah. Secara harfiah makna Pembangunan masyarakat mungkin bisa diartikan seperti demikian. Namun sebagai seorang calon praktisi pembangunan masyarakat kita tidak dapat mendefinisikan pembangunan masyarakat hanya secara harfiah saja. Kita juga perlu memahami arti secara istilah/ hakekat Pembangunan masyarakat itu sendiri. Untuk mehamami hakekat pembangunan masyarakat kita dapat belajar dari pendapat/pemikiran beberapa  tokoh ahli mengenai pembangunan masyarakat. Sejauh ini serangakaian pendapat/pemikiran tentang pembangunan masyarakat telah berkembang banyak dalam persepektif sosiologi klasik (Durkheim, weber dan Marx). Banyak juga istilah yang digunakan untuk menyebut pembangunan masyarakat oleh beberapa ahli seperti pembangunan sosial, pembangunan berkelanjutan.
Kaitannya dengan pembahasan masalah ini pembangunan masyarakat dapat diartikan sebagai suatu upaya terkoordinasi untuk menciptakan alternatif yang lebih banyak secara sah kepada setiap warga negara untuk memenuhi dan mencapai aspirasinya yang paling manusiawi (Nugroho dan Rochim Dahuri, 2004) . hal pertama yang disebutkan yaitu koordinasi yang berimplikasi pada perlunya suatu kegiatan perencanaan. Hal kedua yaitu berkaitan dengan terciptanya alternatif yang elbih banyak secara sah yang memiliki arti bahwa pembangunan hendaknya berorientasi pada keberagaman dan seluruh aspek kehidupan. Dari berbagai pemikiran/pendapat beberapa ahli mengenai pembangunan jika dirangkum maka ada kesepakatan yang dapat dipertegas bahwa secara umum pembangunan merupakan proses untuk melakukan perubahan (Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005).  Namun secara teori pembangunan masyarakat pada hakekatnya merupakan suatu proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik lagi bagi masyarakat dengan mengkondisikan serta menaruh kepercayaaan pada masyarakat itu sendiri untuk membangun dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Pembangunan Fisi dan Non Fisik
Seperti yang telah dijelaskan mengenai definisi pembangunan masyarakat sebelumnya kita mengetahui bahwa pembangunan itu hendaknya berorientasi pada keberagaman dan seluruh aspek kehidupan. Maka sangat pantas jika Pembangunan masyarakat dikatakan sebagai proses yang bersifat multi aspek. Mengapa demikian, sebab pembangunan masyarakat merupakan proses perubahan yang mencakup seluruh sistem sosial yaitu politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, teknologi, pendidikan, kelembagaan dan budaya (Alexander 1994). Dan jika aspek-aspek itu diklasifikasikan berdasarkan bentuknya maka dapat dikatakan pembangunan masyarakat meliputi dua aspek yaitu aspek fisik (infrastruktur, kelembagaan dan teknologi) serta aspek Non fisik  yang meliputi ekonomi, pendidikan, budaya. Sebenarnya aspek kehidupan manusia tidak dapat digambarkan secara utuh namun secara garis besar aspek-aspek tersebutlah yang penting dan perlu adanya “sentuhan” agar tujuan masyarakat dapat tercapai.
Pembangunan Masyarakat dalam Berbagai Kajian Disiplin Ilmu
Setiap negara/wilayah mempunyai cara yang berbeda dalam mengelola dan membangun aspek-aspek penting dalam masyarakat. Ini disesuaikan dengan kondisi serta prioritas kebutuhan pembangunan di masyarakat itu sendiri. Biasanya untuk mengelompokkan aspek-aspek yang akan dibangun dalam suatu negara maka dibuatlah kementrian-kementrian/ dinas yang berfungsi sebagai pelaksana teknis di dalam aspek yang akan dibangun. Selain menjadi bagian dari pengelolaan wilayah/negara pembangunan masyarakat juga menjadi objek kajian oleh banyak disiplin ilmu yang memberikan kontribusi pada dunia akademis di suatu negara/wilayah. Seperti yang dijelaskan Soetomo (2009:319) yang mengemukakan perlunya pendekatan yang melibatkan banyak disiplin ilmu dalam pembangunan masyarakat.
Dalam kajian sosiologi, pembangunan masyarakat sudah tidak menjadi hal yang asing lagi. Karena pada dasarnya kajian pembangunan masyarakat merupakan hasil pengembangan dari ilmu sosiologi yang semakin luas. Di dalam sosiologi kita mengenal istilah sosiologi pembangunan yang merupakan bentuk perubahan sosial yang terarah dan teencana melalui berbagai macam kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai yang ingin dimunculkan pada pembangunan masyarakat. Jadi dapat dikatakan bahwa sosiologi pembangunan  adalah ruhnya pembangunan masyarakat. Sebagai bentuk implementasi dari disiplin ilmu sosiologi pada pembangunan masyarakat dapat diambil contoh teori modernisasi yang dianut bangsa Indonesia dalam program pembangunannya seperti pembangunan pedesaan, daerah pinggiran, pemerataan melalui transmigrasi dan lain sebagainya.
Dalam Kajian Ekonomi, pembangunan masyarakat juga bukan hal aneh lagi sebab tujuan dari pembangunan masyarakat itu sendiri salah satunya adalah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Beberapa ahli disiplin ilmu ekonomi menyebutkan  betapa pentingnya mengetahui lembaga-lembaga sosial dan pengetahuan yang berkaitan dengan aspek sosial dalam melaksanakan teori ekonomi. Jika ditinjau lebih jauh pembangunan dan ekonomi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kajian/ilmu yang yang menggabungkan antara dua hal tersebut adalah ekonomi pembangunan yang merupakan cabang dari ilmu ekonomi itu sendiri. Ekonomi pembangunan mencakup perumusan teori dan metode yang menentukan kebijakan dan praktik ekonomi dan dapat diterapkan di tingkat domestik maupun internasional. Implementasi dari disiplin ilmu ekonomi pembangunan terhadap pembangunan masyarakat di Indonesia contohnya restrukturisasi pasar, pembuatan kawasan industri,  dan lain sebagainya.
Dalam kajian politik, pembangunan masyarakat cenderung menjadi objek dari ilmu politik itu sendiri. Lebih lanjut konsep ini dinamakan dengan pembangunan politik. Lucian W. Pye dalam tulisannya mengumpulkan dan menjelaskan berbagai konsep dan pemikiran mengenai pembangunan politik yang dibuat oleh para ahli ataupun orang awam, sepuluh definisi tersebut yaitu : 1. Pembangunan politik sebagai prasarat politik bagi pembangunan ekonomi. 2. Pembangunan politik sebagai ciri khas kehidupan industri, 3. Pembangunan politik sebagai modernisasi politik, 4. Pembangunan politik sebagai operasi negara-bangsa. 5. Pembangunan politik sebagai pembanguanan administrasi dan hukum. 6. Pembangunan politik sebagai mobilisasi dan partsispasi masa. 7. Pembangunan politik sebagai pembinaan kehidupan demokrasi. 8. Pembangunan politik sebagai stabilitas dan perubahan teratur, 9. Pembangunan politik sebagai mobilisasi dan kekuasaan, 10. Pembangunan politik sebagai satu segi proses perubahan yang multidimensi.dari sepuluh konsep pembangunan politik tersebut jika dijadikan sebagai implementasi pembangunan masyarakat akan sangat banyak misalnya kebijakan politik mengenai ekport import yang mempengaruhi pembangunan ekonomi di Indonesia.
Dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada dan kaitannya dengan pembangunan masyarakat Soetomo (2009:322) menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan cerminan rasa  ingin tahu manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itulah sebagai seorang manusia yang memiliki akal maka bersikap dengan memperhitungkan berbagai aspek yang saling terkait dalam memehami proses pembangunan masyarakat sangat diperlukan dalam upaya membangun kesadaran masyarakat untuk membangun masyarakat melalui berbagai aspek kehidupan yang ada.


















PENUTUP
1.      Kesimpulan
Pembangunan masyarakat merupakan proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik lagi bagi masyarakat dengan mengkondisikan serta menaruh kepercayaaan pada masyarakat itu sendiri untuk membangun dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Pembangunan masyarakat merupakan proses yang dilakukan pada banyak aspek (multi aspek) yang secara garis besar dibedakan menjadi dua yaitu aspek Fisik (infrastruktur) dan non fisik (pendidikan, ekonomi dan budaya). Pembangunan masyarakat juga memiliki kterkaitan dengan berbagai kajian disiplin ilmu yang menggambarkan perlunya memahami disiplin ilmu lain untuk membangun masyarakat.
2.      Saran
Menurut saya dalam pembangunan masyarakat akademisi maupun praktisi melakukan pembangunan masyarakat masih perlu memahami lebih banyak relevansi/kaitan antara aspek aspek yang  ada di dalam masyarakat yang perlu untuk dilakukan perubahan.
Pembangunan masyarakat merupakan proses perubahan yang multi aspek oleh karena itu masyarakat dituntut untuk melakukan perubahan yang meliputi berbagai aspek dalam kehidupan agar kesejahteraan dapat diwujudkan di masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA
Soetomo.2009. Pembangunan Masyarakat: Merangkai Sebuah Kerangka. Pustaka
Belajar.Yogyakarta.
Nailus saadah. 2015. Sosiologi Pembangunan.          https://nawatunnisa.blogspot.com/2015/09/sosiologi-pembangunan.html diakses
tanggal 2 Juli 2017. 21:34
Wikipedia. 2017. Ekonomi Pembangunan.
22: 19
Oktapianus Pasaribu. 2015.