MAKALAH
PEMBANGUNAN
MASYARAKAT SEBAGAI PROSES YANG BERSIFAT
MULTI
ASPEK
Disusun
untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pembangunan Masyarakat.

Disusun
Oleh :
Arif
Aji Fadilah (1201415056)
PENDIDIKAN
LUAR SEKOLAH
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2017
KATA
PENGANTAR
Assalamu ‘alaikum Wr.Wb
Puji
syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini
dengan baik. Makalah yang kami buat mengenai Pembangunan Masyarakat Sebagai
Proses yang Bersifat Multi Aspek.
Kami
berharap melalui Makalah ini dapat bermanfaat dalam rangka menambah wawasan dan
pengetahuan bagi pembaca dalam kajian Pembangunan Masyarakat. Dan melalui
makalah ini kami ingin bertukar ilmu, agar ilmu yang kami dapatkan lebih luas
lagi maka kami berharap masukan serta saran untuk makalah yang kami buat ini
agar kedepannya kami lebih baik lagi dalam menyusunnya.
Semoga
Makalah ini dapat dijadikan referensi belajar bagi masyarakat pada umumnya dan
bagi mahasiswa pada khususnya. Demikian makalah ini kami susun untuk tujuan
pembelajaran apabila terdapat kesalahan dalam penyusunan makalah ini kami mohon
maaf. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu ‘alaikum
Wr.Wb
Semarang
Juni 2017
DAFTAR ISI
HALAMAN
SAMPUL...............................................................................
KATA
PENGANTAR ...............................................................................
ii
DAFTAR
ISI ..............................................................................................
iii
PENDAHULUAN......................................................................................
1
PEMBANGUNAN
MASYARAKAT SEBAGAI PROSES YANG
BERSIFAT MULTI ASPEK
Definisi
Pembangunan Masyarakat..............................................................
3
Pembangunan
Fisik dan Non Fisik..............................................................
4
Pembangunan
Masyarakat dalam Berbagai Kajian Disiplin Ilmu................ 4
PENUTUP
A.
Kesimpulan ............................................................................... 7
B. Saran .........................................................................................
7
DAFTAR
PUSTAKA ................................................................................
8
PENDAHULUAN
Pembangunan
Masyarakat merupakan hal penting dalam rangka mewujudkan kondisi ideal yang
diharapkan masyarakat itu sendiri. Kondisi itu menggambarkan kehidupan yang
dimana kebutuhan-kebutuhan dapat terpenuhi, kondisi yang tidak ada kekhawatiran
dihari esok, kondisi yang memberikan iklim kondusif guna aktualisasi diri dan
untuk terwujudnya proses relasi sosial yang berkeadilan. Dan apabila kehidupan
yang sekarang belum bisa memenuhi kondisi ideal tersebut maka untuk
mewujudkannya diperlukan usaha-usaha yang cukup agar semua dapat menjadi realitas.
Sebagai
realitas sosial, ada fenomena yang selalu hadir di dalam masyarakat sejak
manusia hidup bermasyarakat samapai kondisi kehidupan terkini yang disebut
sebagai masalah sosial. Demikaian pula selama manusia mengharapkan kondisi
kehidupan sekarang lebih baik dari kehidupan sebelumnya dan kehidupan yang akan
datang lebih baik dari yang sekarang, selama itu pula dijumpai realita berupa
upaya dan proses perubahan menuju kondisi yang ideal. Oleh karena itu baik
kondisi yang disebut sebagai masalah sosial maupun proses perubahan menuju
kondisi yang lebih diharapkan adalah realita sosial yang selalu muncul maka
keduanya sangat berpeluang dijadikan sebagai objek kajian.
Walaupun
demikian , dilihat dari upaya pemecahan masalah dalam kehidupan bermasyarakat,
kajian tentang masalah sosial saja dapat memberikan kesan hanya terfokus pada
usaha untuk memahami dan menjelaskan kondisi yang dianggap bermasalah tersebut,
tidak secara luas mendorong kajian yang bersifat pemecahan masalahnya. Masalah
tersebut tidak dinilai sebagai suatu hal yang dianggap sebagai hambatan akan
tetapi sebagai cara meningkatkan kedewasaan masyarakat dalam menghadapi
perkembangan zaman.
Sosiologi
dan antropologi sebagai sebuah bidang yang mengkaji seluk beluk kehidupan
manusia termasuk apa yang disebut dengan “masalah sosial” di dalamnya. Akan
menjadi salah satu faktor pendudkung terciptanya kondisi ideal tersebut apabila
implementasi dari kajian itu benar-benar benar sesuai dengan kondisi yang
dihadapi masyarakat sekarang ini. Namun sebaliknya jika kajian tersebut tak
sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang ini, maka kajian itu tak ubahnya
seperti bidang kajian lain yang bersifat non-praktis dan minim implementasi.
Sehingga kehadiran kajian tersebut di masyarakat tidak dibutuhkan dan masyarakat
akan memiliki prasangka bahwa dirinya menjadi objek kajian akademis yang tak
mempunyai tindak lanjut dan implementasi.
Masalah
yang dihadapi masyarakat sekarang merupakan masalah sosial yang sangat kompleks
dan multi aspek. Artinya didalam masyarakat itu memiliki keberagaman masalah
yang berbeda satu sama lain serta dengan jumlah yang banyak. Keberagaman
masalah tersebut memang secara alami hadir di masyarakat sebagai hasil dari
interaksi yang dilakukan dalam masyarakat yang sifatnya “multi aspek”. Sebagai
objek yang sifatnya multi aspek masalah di dalam kehidupan masyarakat
sebenarnya bukan tidak pernah diatasi oleh masyarakat sendiri. Solusi yang
diangkat secara individu oleh masyarakat sebenarnya setiap kali terjadi maslah
sosial telah dilakukan. Namun karena masyarakat merupakan gabungan dari
beberapa individu yang memiliki pola pikir dan pandangan yang berbeda maka
solusi yang diangkat secara individu tidak mampu mengatasi semua masalah yang
ada dalam masyarakat. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah sosial yang
kompleks serta multi aspek seperti yang dihadapi oleh masyarakat tersebut maka
perlu upaya yang sama agar tidak ada ketimpangan anatara keduanya. Pembangunan
masyarakat dapat dikatakan sebagai upaya/usaha dalam rangka mencapai kondisi
yang diharapkan masyarakat tersebut oleh karena itu pembangunan masyarakat juga
disebut sebagai proses yang bersifat multi aspek.
Pembangunan Masyarakat Sebagai Proses
yang Bersifat Multi Aspek
Definisi
Pembangunan Masyarakat
Pembangunan
masyarakat seperti yang kita ketahui terdiri dari dua kata, “Pembangunan” yang
jika ditinjau dari pola terbentuknya kata Pe+Bangun+an merupakan bentuk kata
proses yang memiliki arti Proses membangun. Dan “masyarakat” yang merupakan
kata subjek yang memiliki makna kumpulan dari beberapa orang atau lebih yang
tinggal dalam suatu wilayah. Jika kedua kata ini digabungkan menjadi
Pembangunan masyarakat maka secara sederhana kita dapat memaknai bahwa
pembangunan masyarakat merupakan proses membangun kumpulan/beberapa orang di
suatu wilayah. Secara harfiah makna Pembangunan masyarakat mungkin bisa
diartikan seperti demikian. Namun sebagai seorang calon praktisi pembangunan
masyarakat kita tidak dapat mendefinisikan pembangunan masyarakat hanya secara
harfiah saja. Kita juga perlu memahami arti secara istilah/ hakekat Pembangunan
masyarakat itu sendiri. Untuk mehamami hakekat pembangunan masyarakat kita
dapat belajar dari pendapat/pemikiran beberapa tokoh ahli mengenai pembangunan masyarakat. Sejauh
ini serangakaian pendapat/pemikiran tentang pembangunan masyarakat telah
berkembang banyak dalam persepektif sosiologi klasik (Durkheim, weber dan Marx).
Banyak juga istilah yang digunakan untuk menyebut pembangunan masyarakat oleh
beberapa ahli seperti pembangunan sosial, pembangunan berkelanjutan.
Kaitannya
dengan pembahasan masalah ini pembangunan masyarakat dapat diartikan sebagai
suatu upaya terkoordinasi untuk menciptakan alternatif yang lebih banyak secara
sah kepada setiap warga negara untuk memenuhi dan mencapai aspirasinya yang
paling manusiawi (Nugroho dan Rochim Dahuri, 2004) . hal pertama yang
disebutkan yaitu koordinasi yang berimplikasi pada perlunya suatu kegiatan
perencanaan. Hal kedua yaitu berkaitan dengan terciptanya alternatif yang elbih
banyak secara sah yang memiliki arti bahwa pembangunan hendaknya berorientasi
pada keberagaman dan seluruh aspek kehidupan. Dari berbagai pemikiran/pendapat
beberapa ahli mengenai pembangunan jika dirangkum maka ada kesepakatan yang dapat
dipertegas bahwa secara umum pembangunan merupakan proses untuk melakukan
perubahan (Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005). Namun secara teori pembangunan masyarakat
pada hakekatnya merupakan suatu proses perubahan menuju kehidupan yang lebih
baik lagi bagi masyarakat dengan mengkondisikan serta menaruh kepercayaaan pada
masyarakat itu sendiri untuk membangun dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada
pada dirinya.
Pembangunan
Fisi dan Non Fisik
Seperti
yang telah dijelaskan mengenai definisi pembangunan masyarakat sebelumnya kita
mengetahui bahwa pembangunan itu hendaknya berorientasi pada keberagaman dan
seluruh aspek kehidupan. Maka sangat pantas jika Pembangunan masyarakat
dikatakan sebagai proses yang bersifat multi aspek. Mengapa demikian, sebab
pembangunan masyarakat merupakan proses perubahan yang mencakup seluruh sistem
sosial yaitu politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, teknologi,
pendidikan, kelembagaan dan budaya (Alexander 1994). Dan jika aspek-aspek itu
diklasifikasikan berdasarkan bentuknya maka dapat dikatakan pembangunan
masyarakat meliputi dua aspek yaitu aspek fisik
(infrastruktur, kelembagaan dan teknologi) serta aspek Non fisik yang meliputi
ekonomi, pendidikan, budaya. Sebenarnya aspek kehidupan manusia tidak dapat digambarkan
secara utuh namun secara garis besar aspek-aspek tersebutlah yang penting dan
perlu adanya “sentuhan” agar tujuan masyarakat dapat tercapai.
Pembangunan
Masyarakat dalam Berbagai Kajian Disiplin Ilmu
Setiap
negara/wilayah mempunyai cara yang berbeda dalam mengelola dan membangun
aspek-aspek penting dalam masyarakat. Ini disesuaikan dengan kondisi serta
prioritas kebutuhan pembangunan di masyarakat itu sendiri. Biasanya untuk
mengelompokkan aspek-aspek yang akan dibangun dalam suatu negara maka dibuatlah
kementrian-kementrian/ dinas yang berfungsi sebagai pelaksana teknis di dalam
aspek yang akan dibangun. Selain menjadi bagian dari pengelolaan wilayah/negara
pembangunan masyarakat juga menjadi objek kajian oleh banyak disiplin ilmu yang
memberikan kontribusi pada dunia akademis di suatu negara/wilayah. Seperti yang
dijelaskan Soetomo (2009:319) yang mengemukakan perlunya pendekatan yang
melibatkan banyak disiplin ilmu dalam pembangunan masyarakat.
Dalam
kajian sosiologi, pembangunan masyarakat sudah tidak menjadi hal yang asing
lagi. Karena pada dasarnya kajian pembangunan masyarakat merupakan hasil
pengembangan dari ilmu sosiologi yang semakin luas. Di dalam sosiologi kita
mengenal istilah sosiologi pembangunan yang merupakan bentuk perubahan sosial
yang terarah dan teencana melalui berbagai macam kebijakan yang bertujuan untuk
meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan tujuan dan
nilai-nilai yang ingin dimunculkan pada pembangunan masyarakat. Jadi dapat
dikatakan bahwa sosiologi pembangunan
adalah ruhnya pembangunan masyarakat. Sebagai bentuk implementasi dari
disiplin ilmu sosiologi pada pembangunan masyarakat dapat diambil contoh teori
modernisasi yang dianut bangsa Indonesia dalam program pembangunannya seperti
pembangunan pedesaan, daerah pinggiran, pemerataan melalui transmigrasi dan
lain sebagainya.
Dalam
Kajian Ekonomi, pembangunan masyarakat juga bukan hal aneh lagi sebab tujuan
dari pembangunan masyarakat itu sendiri salah satunya adalah meningkatkan taraf
ekonomi masyarakat. Beberapa ahli disiplin ilmu ekonomi menyebutkan betapa pentingnya mengetahui lembaga-lembaga
sosial dan pengetahuan yang berkaitan dengan aspek sosial dalam melaksanakan
teori ekonomi. Jika ditinjau lebih jauh pembangunan dan ekonomi merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kajian/ilmu yang yang menggabungkan
antara dua hal tersebut adalah ekonomi pembangunan yang merupakan cabang dari
ilmu ekonomi itu sendiri. Ekonomi pembangunan mencakup perumusan teori dan
metode yang menentukan kebijakan dan praktik ekonomi dan dapat diterapkan di
tingkat domestik maupun internasional. Implementasi dari disiplin ilmu ekonomi
pembangunan terhadap pembangunan masyarakat di Indonesia contohnya
restrukturisasi pasar, pembuatan kawasan industri, dan lain sebagainya.
Dalam
kajian politik, pembangunan masyarakat cenderung menjadi objek dari ilmu
politik itu sendiri. Lebih lanjut konsep ini dinamakan dengan pembangunan
politik. Lucian W. Pye dalam tulisannya mengumpulkan dan menjelaskan berbagai
konsep dan pemikiran mengenai pembangunan politik yang dibuat oleh para ahli
ataupun orang awam, sepuluh definisi tersebut yaitu : 1. Pembangunan politik
sebagai prasarat politik bagi pembangunan ekonomi. 2. Pembangunan politik
sebagai ciri khas kehidupan industri, 3. Pembangunan politik sebagai
modernisasi politik, 4. Pembangunan politik sebagai operasi negara-bangsa. 5.
Pembangunan politik sebagai pembanguanan administrasi dan hukum. 6. Pembangunan
politik sebagai mobilisasi dan partsispasi masa. 7. Pembangunan politik sebagai
pembinaan kehidupan demokrasi. 8. Pembangunan politik sebagai stabilitas dan
perubahan teratur, 9. Pembangunan politik sebagai mobilisasi dan kekuasaan, 10.
Pembangunan politik sebagai satu segi proses perubahan yang multidimensi.dari
sepuluh konsep pembangunan politik tersebut jika dijadikan sebagai implementasi
pembangunan masyarakat akan sangat banyak misalnya kebijakan politik mengenai
ekport import yang mempengaruhi pembangunan ekonomi di Indonesia.
Dari
sekian banyak disiplin ilmu yang ada dan kaitannya dengan pembangunan
masyarakat Soetomo (2009:322) menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan
cerminan rasa ingin tahu manusia
terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itulah sebagai seorang manusia yang
memiliki akal maka bersikap dengan memperhitungkan berbagai aspek yang saling
terkait dalam memehami proses pembangunan masyarakat sangat diperlukan dalam
upaya membangun kesadaran masyarakat untuk membangun masyarakat melalui
berbagai aspek kehidupan yang ada.
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Pembangunan masyarakat merupakan proses perubahan
menuju
kehidupan yang lebih baik lagi bagi masyarakat dengan mengkondisikan serta
menaruh kepercayaaan pada masyarakat itu sendiri untuk membangun dirinya sesuai
dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Pembangunan masyarakat merupakan proses
yang dilakukan pada banyak aspek (multi aspek) yang secara garis besar
dibedakan menjadi dua yaitu aspek Fisik (infrastruktur) dan non fisik
(pendidikan, ekonomi dan budaya). Pembangunan masyarakat juga memiliki
kterkaitan dengan berbagai kajian disiplin ilmu yang menggambarkan perlunya
memahami disiplin ilmu lain untuk membangun masyarakat.
2.
Saran
Menurut
saya dalam pembangunan masyarakat akademisi maupun praktisi melakukan
pembangunan masyarakat masih perlu memahami lebih banyak relevansi/kaitan
antara aspek aspek yang ada di dalam
masyarakat yang perlu untuk dilakukan perubahan.
Pembangunan
masyarakat merupakan proses perubahan yang multi aspek oleh karena itu
masyarakat dituntut untuk melakukan perubahan yang meliputi berbagai aspek
dalam kehidupan agar kesejahteraan dapat diwujudkan di masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Soetomo.2009. Pembangunan Masyarakat: Merangkai Sebuah
Kerangka. Pustaka
Belajar.Yogyakarta.
Nailus
saadah. 2015. Sosiologi Pembangunan. https://nawatunnisa.blogspot.com/2015/09/sosiologi-pembangunan.html diakses
tanggal 2 Juli 2017. 21:34
Wikipedia.
2017. Ekonomi Pembangunan.
https://id.wikipedia.org/wiki/ekonomi_pembangunan Diakses
Tanggal 2 Juli 2017.
22: 19
Oktapianus
Pasaribu. 2015.
https://2decadesjournal.wordpress.com/2016/03/15/konsep-pembangunan-politik-dan-modernisasi-politik/?_e_pi_-7%2CPAGE_ID10%C4924123647 Diakses
tanggal 2 Juli 2017. 23:38
Tidak ada komentar:
Posting Komentar